Rutan Ambon Bekali Warga Binaan dengan Budidaya Hidroponik dan Kerajinan Limbah Kelapa

  • Administrator
  • Kamis, 09 Juli 2026 16:18
  • 6 Lihat
  • DAERAH

Ambon,CM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomis. Salah satu program unggulannya adalah budidaya selada dengan sistem hidroponik serta pengolahan limbah kelapa menjadi berbagai produk kerajinan kreatif.

Program yang dilaksanakan pada Kamis (9/7) ini menjadi bagian dari upaya Rutan Ambon membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat berwirausaha.

Dalam budidaya selada hidroponik, warga binaan terlibat sejak proses penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga panen. Metode hidroponik dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, serta mampu menghasilkan sayuran berkualitas yang berpotensi memiliki nilai jual.

Di sisi lain, limbah kelapa seperti tempurung dan sabut dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika sekaligus bernilai ekonomi. Program ini tidak hanya melatih kreativitas warga binaan, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri setelah bebas.

"Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membangun pola pikir yang produktif dan kreatif. Melalui budidaya selada hidroponik dan pemanfaatan limbah kelapa menjadi karya bernilai ekonomis, kami berharap warga binaan memiliki bekal untuk membuka peluang usaha ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.

Petugas pembinaan, Rano, mengatakan program tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi daerah sehingga keterampilan yang diajarkan lebih mudah diterapkan di lingkungan masyarakat.

"Budidaya hidroponik dan pengolahan limbah kelapa merupakan keterampilan yang relatif mudah dipelajari serta memiliki prospek ekonomi yang baik. Kami berharap kemampuan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan setelah mereka bebas nanti," katanya.

Salah seorang warga binaan, Clifort, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui program tersebut. Ia merasa keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk memulai usaha di masa depan.

"Saya belajar menanam selada dengan sistem hidroponik dari penyemaian sampai panen. Saya juga belajar membuat kerajinan dari limbah kelapa yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal ketika saya kembali ke masyarakat," ungkapnya.

Melalui pembinaan berbasis pertanian modern dan pemanfaatan limbah ini, Rutan Kelas IIA Ambon berharap dapat mencetak warga binaan yang lebih produktif, kreatif, serta siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. Program tersebut sekaligus menjadi wujud pembinaan yang humanis dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.(CM/ML/**)

Komentar

0 Komentar